Ensiklopedia Islam: Adzan

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Seorang muazin saat mengumandangkan azan di salah satu masjid di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, Adzan dalam bahasa Arab dikenal dengan an-nida’. Adzan adalah seruan kepada umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat, khususnya shalat wajib lima kali sehari semalam. Secara bahasa, al-adzan berarti “pemberitahuan atau seman” (Al-i’lam wa an-nida).

Ulama fikih menyatakan adzan berarti pemberitahuan atau seruan sebagai pertanda masuknya waktu shalat dengan bacaan yang telah ditentukan.

Adzan merupakan panggilan kepada jamaah untuk melaksanakan shalat lima waktu dan memperlihatkan syiar ajaran Islam.

Para mufasir seperti Imam Al-Qurtubi, mengatakan azan dengan kandungan kata-katanya yang pendek mengandung masalah akidah. Karena itu, adzan dimulai dengan mengagungkan Allah SWT (Allahu Akbar = Allah Maha Besar).

Dua kali syahadat pertama mengandung tauhid dan meniadakan sekutu dengan-Nya. Dua kali syahadat kedua mengandung pengakuan atas kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Seruan selanjutnya mengajak untuk menaati perintah Allah SWT dengan mendirikan shalat sebagai bukti mengiringi pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Sebab, ibadah shalat itu tidak akan diketahui oleh manusia kalau bukan melalui Rasulullah SAW.

Seruan selanjutnya mengajak pada kemenangan (Al-falah) yang langgeng. Kemenangan di sini menjadi isyarat akan janji dari Allah SWT kepada umat-Nya. Pengulangan kalimat tauhid satu kali terakhir merupakan penguat (ta’kid) atas kemenangan dan semua yang dijanjikan oleh Allah SWT tersebut.

Rasulullah SAW mengatakan sewaktu adzan berkumandang setan lari, tetapi kembali lagi setelahnya. Kemudian setan akan lari lagi ketika mendengar suara ikamah dan kembali lagi setelahnya. Di saat inilah setan menggoda manusia sehingga shalat ada yang khusyuk dan ada yang tidak. (HR Al-Bukhari dari Abu Hurairah).

Bagi orang yang mendengar suara adzan dikumandangkan, disunahkan pula membaca sebagaimana yang dibaca oleh muazin dengan suara pelan, kecuali ketika muazin membaca hayya alassholah dan hayya alal falah. Saat itu, pendengar disunahkan membaca la haula wala quwwata illa billah (tidak ada daya dan tidak ada pula kekuatan kecuali hanya dari Allah) sebanyak 4 kali. (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri).

kurang lebihnya bisa dikomentari.  Billahi fii sabilil haq fastabiqul khairat. Wassalamu’alaikum wr.wb…

Tulis Komentarmu disini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s