Tanpa Dakwah, Apa Jadinya Aku?

Bersyukurlah meski kita hanyalah sebutir kerikil dalam sebuah istana yang tinggi menjulang, semoga bisa memperindah istana. Alhamdulillah kita tetap bisa berguna meski tidak kelihatan.

Bersyukurlah kepada Allah karena Allah telah memberi kita kesempatan untuk berkontribusi kecil bagi kebesaran perjuangan, kejayaan Islam, dan kemegahan bangunan dakwah. Ikhlaskan diri meski tak dikenal, tak disapa, tidak dianggap, tidak dicatat. Semoga Allah menerima amal kita. Aamiin.

Kita hanya seperti gerigi jam yang terus bergerak meski tak kelihatan. Ikhlaskan karena hanya tiga jarum yang nampak: jam, menit dan detik.

Ukhuwah itu seperti ikan dan air. Seekor ikan tidak bisa hidup, tumbuh, dan berkembang bila tidak ada air. Ikan yang membutuhkan air, bukan air yang membutuhkan ikan. Kita yang membutuhkan komunitas, merindu ukhuwah untuk merenda jalan taqwa bukan komunitas yang membutuhkan kita. Selalu bersama di kereta dakwah. Kalau kita tidak bersama di kereta dakwah, maka kereta dakwah itu akan terus berjalan dengan orang-orang selain kita.

Bersabarlah bekerja bersama dakwah dengan kekurangan dan kelebihan yang ada. Dengan cinta kita bersama. Dengan kerja kita berkarya. Dengan harmoni kita satu hati. Syaikhut Tarbiyah menasihati:

Tetaplah di sini. Di jalan ini. Bersama kafilah dakwah ini. Seberat apa pun perjalanan yang harus ditempuh, sebesar apa pun pengorbanan untuk menebusnya, tetaplah di sini. Jika bersama dakwah saja engkau serapuh ini, sekuat apa engkau jika seorang diri.

Advertisements

Tulis Komentarmu disini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s